Spread the love

9 Sejarah Pemilu di Indonesia – Sejarah Pemilu adalah salah satunya elemen yang terpenting untuk negara demokrasi, termasuk untuk negara Indonesia. Di Indonesia sendiri telah dilakukan 12 kali pemilu. Ini membuat sejarah pemilu di Indonesia lumayan panjang dan harus dipahami.

Pemilu yang berjalan di Indonesia dipisah jadi tiga zaman pemerintah, yakni parlementer, orde baru (orba), dan reformasi. Pemilu pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia yakni di tahun 1955 10 tahun semenjak proklamasi didengungkan.

sejarah pemilu

Berikut Ialah Sejarah Pemilu di Indonesia

Sejarah Pemilu di Indonesia
1. Pemilu 1955

Sejarah pemilu di Indonesia yang pertama diadakan tahun 1955 pada periode demokrasi parlementer. Saat itu pemilu terjadi 2x dengan tujuan pilih anggota DPR dan anggota konstituante. Ada 30-an partai yang meng ikuti pemilu 1955 dengan lebih dari 100 calon.

Ada asumsi jika pemilu 1955 ini ialah pemilu paling sehat dan demokratis dalam sejarah Indonesia. Mekanisme yang dipakai ialah mekanisme seimbang.

Maknanya, bangku yang terdapat dibagi ke parpol sama sesuai pencapaian suara yang didapat parpol. Mekanisme ini dikenal juga sebagai mekanisme seimbang. Tersebut mekanisme dalam sejarah pemilu pertama di Indonesia.

2. Pemilu 1971

Sejarah Pemilu 1971 ialah pemilu ke-2 yang diadakan sesudah Soeharto diputuskan sebagai seorang Presiden. Agenda pemilu ini ada dari gagasan awalnya karena argumen keamanan. Tujuan dari pemilu ini yakni pilih anggota DPR dan DPRD.

Pemilu 1971 ini di ikuti oleh 10 parpol dan satu organisasi masyarakat yakni PSII, Parmusi, Partai Kristen Indonesia, PERTI, Partai Murba, Partai Katolik, PNI, IPKI, Golkar, dan NU.

Hasil yang didapat dari pemilu tanggal 5 Juli 1971 ialah Golkar memperoleh suara sebagian besar lantas di ikuti NU, PNI, dan Parmusi.

Seterusnya, pemilu ini di ikuti Sidang Umum MPR pada Maret 1973 yang mengangkat Soeharto sebagai Presiden dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai wapres.

3. Pemilu 1977
Sejarah Pemilu Seterusnya pada tahun 1977 yang mengisyaratkan diawalinya aktivitas pemilu tiap 5 tahun. Pemilu ini berjalan di periode Orde Baru dengan tujuan untuk pilih DPR dan DPRD. Pemilu 1977 dilaksanakan melalui peringkasan partai yakni dari 10 partai jadi tiga parta satu.

PPP atau Partai Persatuan Pembangunan adalah kombinasi dari NU, Perti, PSII, dan Parmusi. PDI atau parta Demokrasi Indonesia adalah kombinasi Parkindo, PNI, Partai IPKI, Partai Katolik, dan Partai Murba.

Paling akhir yakni partai Golkar. Tiga partai itu dipertahankan sampai pemilu 1997. Partai Golkar ialah sebagian besar tunggal yang bersambung di pemilu 1982, ’87, ’92, dan ’97.

Pemilu ini seterusnya di ikuti Sidang Umum MPR untuk mengangkat Soeharto sebagai Presiden dengan Wakil Presiden H. Adam Malik Batubara.

4. Pemilu 1982, 1989, 1992, dan 1997
Sejarah Pemilu yang diselenggarakan pada masa itu mempunyai tujuan untuk pilih anggota DPRD dan DPR. Dalam pada itu, presiden dan wakilnya ditetapkan melalui hasil Sidang Umum MPR. Peserta yang meng ikuti pemilu pada masa ini ialah PPP, Golkar, dan PDI.

Di periode itu, Golkar memperoleh suara terbanyak. Di Sidang Umum MPR, Presiden yang dipilih ialah Soeharto dan memegang s/d 32 tahun. Walau bagaimanapun, wapres yang dipilih selalu ganti.

5. Pemilu 1999
Sejarah Pemilu Pada 1998, pemerintahan Soeharto roboh dan membuat pemilu dipercepat. Pemilu seterusnya berjalan tahun 1999 yang semestinya akan dilakukan tahun 2002.

Pemilu ini dilakukan tanggal 7 Juni 1999 dan terjadi dengan damai tanpa ada kerusuhan. Proses pemilu 1999 dilakukan serempak dan di ikuti oleh 48 parpol.

Langkah untuk pembagian bangku hasil dari pemilihan masih tetap memakai mekanisme seimbang dan meng ikuti variasi Roget. Sebuah partai memperoleh bangku seibang dengan suara yang didapat di wilayah pemilihan.

Tapi, langkah penentuan calon dipilih ini berlainan dengan pemilu yang terjadi awalnya, yakni tentukan rangking pencapaian suara partai di dapil. Semenjak pemilu 1977, calon nomor urut pertama pada daftar calon partai automatis akan dipilih bila partai itu mendapatkan bangku.

Sekarang ini calon dipilih diputuskan melalui suara paling banyak dari wilayah seorang itu dicalonkan. Dari sekitar 48 partai, cuma 21 partai yang mendapat bangku di DPR. PDI-P keluar jadi juara sebagian besar suara.

Abdurrahman Top dan Megawati Soekarnoputri diputuskan dan diputuskan MPR RI sebagai presiden dan wakilnya. Sesudah Presiden Abdurrahman Top undur, Megawati Soekarnoputri diangkat sebagai presiden dengan Hamzah Haz sebagai wakilnya.

6. Pemilu 2004
Sejarah Pemilu seterusnya yakni pemilu 2004 jadi sejarah baru karena di tahun ini masyarakat dapat berperan serta dengan aktif untuk pilih presiden dan wakilnya. Ini ada dalam amandemen UUD 1945. Terdapat dua hajat yang terjadi di pemilu tahun 2004.

Pertama masyarakat bisa pilih presiden dan wapres dan pilih anggota legislatif. Pemilu pemilihan DPR, DPD, dan DPRD berjalan pada 5 April 2004 dan diteruskan pemilu presiden pada 5 Juli 2004 untuk perputaran I dan tanggal 20 September 2004 untuk perputaran II.

Pemilihan umum tahun 2004 ini dilaksanakan dengan setahap dalam jumlah peserta yakni 24 parpol. Pemilu tahun 2004 ini berlakukan mekanisme electoral threshold 3 % dari pencapaian suara pada pemilu 1999.

Pemilu ini terjadi sekitar dua perputaran, yakni pada 5 Juli 2004 dan 20 September 2004. Terdapat lima pasangan calon. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dan Jusuf Kalla sebagai wapres.

7. Pemilu 2009
Sejarah Pemilu ini tidak berbeda jauh dengan pemilihan umum 2004. Tapi, pemilu 2009 terjadi peralihan berkenaan tingkat batasan penyalonan presiden dan parlemen.

Dalam Pemilihan presiden ada ketetapan jika pasangan calon yang dipilih adalah pasangan yang memperoleh suara yakni lebih dari 50% dari keseluruhan suara dan minimal 20% suara di setiap propinsi di lebih dari 50% jumlah propinsi yang berada di Indonesia.

Dalam pada itu, parliamentary threshold atau tingkat batasan parlemen jadi 2,5 %. Tanggal 9 April 2009 dilakukan pemilu DPR, DPD, dan DPRD. Seterusnya, diteruskan pemilu presiden 8 Juli 2009 yang di ikuti oleh 38 partai.

Ada 9 partai yang lolos parliamentary threshold. Partai yang bisa lolos itu ialah Golkar, Demokrat, PKS, PDI-P, PPP, PAN, PKB, Hanura, Gerindra. Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden yang dipilih. Dalam pada itu, wapres yang dipilih ialah Boediono.

8. Pemilu 2014
Sejarah Pemilu 2014 diadakan di tanggal 9 April 2014 untuk pemilihan DPR, DPD, dan DPRD dan 30 Maret-6 April 2014 untuk WNI yang berada di luar negeri. Dan pemilu presiden dilaksanakan pada 9 Juli 2014 sekitar satu perputaran.

Terdapat dua pasangan calon yang meng ikuti Pemilihan presiden 2014, yakni Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla menantang pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Hasil yang didapat ialah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memenangi pemilihan dan diputuskan sebagai presiden dan wapres.

9. Pemilu 2019
Sejarah pemilu di Indonesia dari saat ke saat telah lumayan panjang dan pemilu terjadi kembali di tahun 2019. Tanggal 17 April dilaksanakan pilpres untuk pemilu 2019.

Pada pemilihan presiden ini ada 9 partai yang bisa lolos, yakni Golkar, PDI-P, Gerindra, NasDem, PKB, Demokrat, PKS, PPP, dan PAN. Pada pemilihan presiden ini, Joko Widodo kembali dipilih sebagai presiden dengan Ma’ruf Amin sebagai wakilnya.

Saat pemilu akan diselenggarakan, beberapa orang makin tertarik sama pemilu itu termasuk dengan sejarah pemilu di Indonesia. Pemilu perlu dilaksanakan sebagus mungkin dan penting untuk Indonesia sebagai negara demokrasi.